Langsung ke konten utama

Judul Kdrama

Review Kdrama Hwayugi or Korean Odyssey

Because This is My First Life Update 3

Karena ini Lamaran Pertamaku... 
"Maukah kamu menikah denganku?"...itulah pertanyaan Se Hee kepada Ji Ho. Dalam kondisi menahan kantuk dan kurang istirahat kelelahan berjalan di terowongan panjang.
Terperanjat dan tak percaya dengan apa yang telah di dengarnya, apa???
Mata Ji Ho terbelalak, dia kaget dan heran. Se Hee berkata, "pura-pura saja tidak mendengarnya, lupakan yang kukatakan.

Hak Cipta Gambar TvN 
Meski tak ada tempat yang dituju, Ji Ho pamit pulang, namun sudah larut malam Se Hee menahannya, dengan mengirimkan pesan," Aku kirim sms ini karena kau tidak akan dapat taksi jam segini, kata sandi rumahku masih seperti dulu". 

Ji Ho membalas, "Aku akan berangkat besok dengan naik kereta pertama, Aku cuma numpang tidur disini sampai kereta bawah tanah besok beroperasi. 
Se hee siap siap  berangkat kerja mendengar suara dengkuran, dia tercengang dan membuka pintu kamar Ji Ho, nampak Ji Ho sedang tertidur pulas, suara dengkuran nya terdengar,  hehehe...
(Kereta pagi pertama, ehmm... Se Hee baik juga yah, tanpa membangunkan Ji Ho dia kembali  menutup pintu kamarnya)
Ternyata Ji Ho terbangun tepat jam 5 sore, Ji Ho mengira dirinya bangun jam 5 pagi,  tidur hanya 2 jam badannya terasa segar kembali. Dia bangkit dan memberi makanan kucing, tiba tiba saja Se Hee datang dari kerja, barulah Ji Ho paham ternyata dia tidur selama 14  jam,  ini sudah jam 5 sore,  hehehe...
Se Hee berkata, Kau tidur nyenyak sekali, jadi aku tidak enak membangunkanmu. Sepertinya selama ini kamu tidak bisa tidur nyenyak beberapa hari terakhir ini, pasti di tempat tinggalmu kamu merasa tak nyaman."
Perut Ji Ho berbunyi, kelamaan tidur sih jadi laper... Hehehe
Se Hee dan Ji Ho  makan Ramyon bersama...
Ji Ho terkesan dengan sikap baik Se Hee, akhir akhir ini sikap Se Hee baik padanya, dan mengajaknya menikah, Apa kamu suka padaku?, 
Se Hee menjawab, "Aku butuh orang buat bersih bersih rumah, dan kau butuh rumah. 
Aku butuh orang buat bayar sewa secara rutin dan kau butuh kamar tanpa bayar deposit. Bukankah kita berdua pasangan yang paling cocok untuk hidup bersama? Makanya aku mengajak untuk menikah. 
Ji Ho balik menegaskan, "Kenapa harus menikah karena rumah? Bukankah menikah karena cinta dan kasih sayang. 
Se hee berkata," Namun apa kau butuh cinta kasih sayang sekarang juga?", lebih dari sekedar tempat tinggal?"
Ji Ho berkata, "Sekarang tidak, tapi suatu hari nanti aku butuh itu.
Ji Ho pulang dengan baju piyama  yang dikenakan kemarin, orang orang memandang aneh menyangka Ji Ho gila. Ji Ho menunggu sahabatnya di Halte Bus. Ji Ho menginap di rumah Soo Ji.


Esom nya, Ji Ho akhirnya mundur dan berhenti menulis naskah drama
Penulis Skenario Senior, sutradara, dan asisten sutradara mulai bertindak seenaknya hatinya bukannya meminta maaf karena ulah asisten sutradara yang hampir melakukan pelecehan seksual kepada Ji Ho, namun mereka menganggap tidak apa apa dan mereka adalah semua keluarga. Ji. Ho kecewa, sedih dan marah diperlakukan tidak adil oleh mereka.

Ini momen tersulit dalam hidup Ji Ho, berhenti menjadi penulis, dia menahan tangis, matanya merah, dan menahan rasa sakit didadanya. Kehilangan Pekerjaan dan Tidak Punya Tempat Tinggal. 
Sahabatnya Ho Rang dan Soo Ji  menghiburnya, bahkan Soo Ji menawarkan untuk tinggal bersamanya,  namun Ji Ho sudah membuatkan tekad untuk pulang ke kampung halamannya di Namhae.
Ternyata koper merah Ji Ho yang berada di studio sutradara dikirimkan ke alamat Se Hee, Ji Ho segera datang mengambil barangnya. Namun tiba tiba...
Ibu Se Hee dan Se Hee lagi berdebat, ibunya marah karena Se Hee menggagalkan kencan buta, padahal dia cantik. Ibu Se Hee marah karena ayahnya akan menceraikan ibunya jika Se Hee tidak segera menikah.
Ji Ho yang mengintip dari balik pintu, nampak kaget melihat perdebatan ibu dan anak.

Setelah Ibu Se Hee pergi, Ji Ho menghampiri Se Hee
Ji Ho mengucapkan terimakasih karena telah menyewakan kamar yang bagus, dan dia bisa jadi ga menulis naskah drama pertamanya meski tidak berjalan lancar. Ji Ho mendoakan Se Hee semoga menikah dan mendapatkan wanita yang baik.
Se Hee berkata, " Bukan Pernikahan yang aku butuhkan tapi kamu. Aku mengajak untuk menikah karena kamu". Aku butuh wanita yang bisa menjamin membayar sewa bulanan, bukan Pernikahan. 
Ucapan Se Hee karena dia membutuhkannya,  membuat Ji Ho tercengang  dan bangga. Tuk pertama kalinya ada orang yang membutuhkannya. 
Narasi Ji Ho, "Aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk jatuh hati padanya. Ini pertama Kalinya... 
Keputusan Ji Ho sudah bulat, dia melangkahkan kaki ke terminal bersama tas travel merahnya, dia  duduk di Terminal Bus.
Ji Ho menatap Koper merah miliknya yang selalu bersamanya...
Narasi Ji Ho, Padahal Koper ini awalnya masih mengkilap saat pertama kali ke Seoul. Apapun yang kulakukan begitu keras dalam hidup. Kapal kah aku kembali ke Nam Haeminseo dengan hal yang bisa dibanggakan?, lagipula dari awal tak ada memang tempat tujuanku.

Di Bus, Se Hee datang, sosok laki laki tinggi, tetap dan tampan  menyarankan. Dia membawa naskah drama, sebenarnya Ji Ho sengaja tinggalkan di kamarnya karena merasa tidak ingin menulis lagi, Se Hee datang mengembalikan pada Ji Ho karena Ji Ho pasti membutuhkannya.
(Se Hee perhatian juga yah) 
Ji Ho menatap kepergian Se Hee dari balik kaca Bus,
"Dialah orang pertama yang berkata dia membutuhkanku", karena Ji Ho merasa dibutuhkan oleh Se Hee dia berubah pikiran dan segera turun dari Bus menghampiri Se Hee.. 
Dengan terbaru buru karena sopir lagi kesal dan menunggu, Ji Ho berkata, "Maukah kamu menikah denganku?". Se Hee setuju dan berkata iya. 
Ji Ho berlalu mengambil tas travel nya. 
Se Hee berteriak, "Ada yang harus kutanyakan sebelumnya, Apa kebetulan kamu menyukaiku?" 
Ji Ho berteriak, "Tidak"... 
Demikianlah, lamaran kami dimulai. 
Karena merasa dibutuhkan, Ji Ho menerima lamaran Se Hee.
Narasi Ji Ho sebelumnya," Aku dengar ada seseorang yang membutuhkanku seumur hidupku, di usia 20 an tahun aku bekerja keras untuk menjadi orang yang dibutuhkan. Tiap kali aku kesusahan, aku menyebrangi Jembatan Sungai Han. Ketika melihat lihat Sungai Han kukira mungkin setidaknya satu tempat yang membutuhkanku di kota besar ini. Begitulah yang kukira. 

(Tanpa Ji Ho sadari, sebenarnya sudah ada ketertarikan dalam diri Ji Ho kepada Se Hee namun dia menjaga harga dirinya, begitu pula dengan Se Hee, mereka masih menjaga harga diri).
Setelah menikah nanti, Akankah rasa itu berkembang? , ataukah dibuang jauh jauh.. Bisa jadi mereka akan saling menyakiti karena memendam perasaan yang sama, namun sulit diungkapkan).

Selanjutnya "Because This is My First Life"  Update episode 4 - 5 

Jangan Lewatkan Episode Sebelumnya "Because This is My First Life"  
KAnnyeong Haseyo,... Kamsahamnida... 

Terima Kasih telah membaca di blog ini sista pembaca Kdrama... 
NO SPAM,  Berikan Komentar yang relevan dengan pembahasan... 
NO COPAS... HARGAI SEMANGAT PENULIS... 
Salam K Drama... FIGTHING SIST 

 


Postingan populer dari blog ini

I'm Not a Robot "Berdua"

Terjebak dalam gudang di malam hari, kondisi cuaca yang sangat dingin, salju mulai turun memenuhi jalan raya, Jo Ji A dan Kim Min Kyu tinggal semalaman menanti fajar datang.  Scene Episode 23 Simak yuk kisahnya...  Jo JI A dan Tuan Kim kini terjebak dalam gudang. Ahjussi yang melihat pintu gudang terbuka, segera turun dari mobilnya, langsung saja menutup dan mengunci gudang tanpa memeriksa ada orang di dalam gudang, serta beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut. Jo Ji A sudah berteriak berkali-kali mengatakan, " Ada orang di dalam sini." Malang nasib mereka Ahjussi pergi dalam keadaan gudang terkunci. Jo Ji A panik dan begitu khawatir. Lantas apa yang di lakukan Jo Ji A...??? Menyadari dirinya terkunci bersama Tuan Kim, Jo Ji A berucap dalam hati, " Astaga, aku sungguh terkunci di gudang bersamanya? Tidak mungkin. Lebih baik aku mati lemas atau mati kedinginan sebelum pagi." Jo Ji A kelihatan gugup. Jo Ji A berbalik dan menoleh,  Tuan Kim tepat berada...

Update Manhole

Update Manhole Episode 1 -  8 Melalui Manhole inilah aksi Bong-Pil berjalan kembali ke waktu dimana dia bisa memperbaiki ataukah meluruskan kembali waktu kebersamaan nya bersama Soo-Jin. Masuk ke dalam Manhole pertama kali Kembali ke masa sekolah SMA Soo-Jin secara tak sengaja memecahkan cermin lemari besar di sekolah demi melindungi Soo Jin, Bong-Pil yang mengakui kalau dia yang memecahkan, sebagai hukuman dari guru dia harus berari keliling lapangan 100 kali. (waktu lalu, cuma 50 kali hukumannya, berarti keadaan bisa berubah,  ucapnya dalam hati). Hak Cipta Gambar Milik KBS2  Peristiwa lain lagi, misi Bong-Pil Mencegah pria gereja mendekati Soo-Jin, dimasa lalu Bong-Pil kalah berkelahi dg pria gereja tersebut. Kali ini Bong-Pil yang menang...tapi apa yang terjadi di masa kini? Bong-Pil menjadi Mafia Dia berubah jadi mafia yang jago berkelahi, bertato, memakai kalung besar, semua gank dia kalahkan bahkan dicari sama polisi dan dicari anggota mafia lainny...

I'm Not a Robot Episode 29

"Apa kau mau mengingat ini,  dimanapun kau berada aku akan selalu disampingmu. Kau bisa melakukannya".  Nampak tangan Jo Ji A menepuk nepuk pundak Kim Min Kyu. Jo Ji A menenangkan hati Kim Min Kyu yang lagi sedih memikirkan cara mendapatkan kembali Aji 3. Terutama Tim Santa Maria sangat kehilangan Aji 3.  Hak Cipta Gambar MBC  Simak yuk kisahnya...  Kim Min Kyu yang baru datang melihat Robot Beettle buatan Tim Santa Maria menghampirinya. Berbentuk monitor yang berjalan sendiri. Kim Min Kyu mendengar suara ribut ribut di dapur, ternyata Tim Santa Maria dan Jo Ji A lagi sibuk sibuk masak bersama di dapur. Jo Ji A berkata, " Kau sudah datang, mereka semua punya sesuatu untuk dikatakan. Tak apa kan?. Semua pandangan mata mengarah kepada Kim Min Kyu. Doktor Hong berkata," Kami akan segera pindah besok, kita tidak akan saling bertemu, jadi aku sarankan kita akan makan untuk yang terakhir kalinya." Kim Min Kyu tatapannya datar dan suaranya terkesan dingin berkata...